Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Republik Indonesia

Biro Sumber Daya Manusia

Biro SDM

Pelantikan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemenristekdikti

Pada hari Senin, tanggal 23 Oktober 2017 bertempat di Auditorium Gedung D lantai 2, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melantik Dr. Ir. Mirza Irwansyah, MBA., MLA. sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Dr. Widyo Winarso, M.Pd. sebagai Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VII, Ir. Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana, M.T. sebagai Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VIII, dan Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. sebagai Direktur Sarana dan Prasarana pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti

Dalam sambutannya, Menristekdikti berpesan bahwa fokus kebijakan pemerintah pada tahun ini adalah pemerataan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam kaitan ini, Kemenristekdikti berperan dalam aspek pembangunan ekonomi dan peningkatan produktivitas karena kita menyadari bahwa modal terpenting dalam pembangunan ekonomi adalah sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi sebuah langkah yang sangat strategi untuk dijalankan. Program-program yang kita laksanakan harus mengarah pada tujuan ini, baik dari peningkatan mutu, relevansi, inovasi, daya saing perguruan tinggi, dan tata kelola. Alhamdulillah, banyak program-program Kemenristekdikti yang telah menghasilkan capaian yang baik misalnya peningkatan publikasi, world class university, dan Hak Paten.

Selain itu, dalam rangka pemerataan, kita juga memiliki andil dalam pemberdayaan dan keberpihakan untuk mengatasi ketimpangan. Sumber daya yang kita miliki harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, diberdayakan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat secara merata dapat merasakan layanan publik yang kita berikan. Keberpihakan dalam peningkatan akses yang telah kita jalankan selama ini perlu ditingkatkan, sehingga harapannya adalah memperkecil ketimpangan yang ada.

Kedepan tantangan dihadapi semakin besar, dalam laporan World Development Report yang disampaikan Bank Dunia, menyatakan bahwa jika kita ingin menyamai negara-negara OECD di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, kita membutuhkan waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan tersebut dan 75 tahun untuk ilmu pengetahuan. Asumsi ini didasarkan pada jika kita melakukan percepatan di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan seperti saat ini.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh pemangku kepentingan dan khususnya pejabat yang baru saja dilantik untuk dapat segera bekerja, menghasilkan terobosan-terobosan baru, ide-ide kreatif dan inovatif yang implemetatif, sehingga mampu meningkatkan percepatan pembangunan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Saya berharap, pada tahun 2045 kita telah setara dengan negara-negara OECD tersebut. Namun demikian, agar dalam melaksanakan terobosan-terobosan atau ide-ide tersebut, kita harus tetap mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap rupiah yang kita keluarkan dari APBN harus dapat kita pertanggung-jawabankan secara transaparan dan dengan penuh integritas, serta akuntabel untuk peningkatan pembangunan riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.

Photos


Views: 445