Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Republik Indonesia

Biro Sumber Daya Manusia

Biro SDM

Presidential Lecture dan Pembekalan CPNS Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2018

Pada 26 Maret 2018, bertempat di Hotel Sultan Jakarta, Biro Sumber Daya Manusia mengadakan acara Pembekalan CPNS di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2018 yang diikuti oleh 150 peserta yang mewakili seluruh unit kerja di lingkungan Kemristekdikti jelang Presidential Lecture. Turut hadir dalam acara tersebut Ainun Na'im (Sekretaris Jenderal Kemristekdikti), Ari Hendrarto Saleh (Kepala Biro Sumber Daya Manusia), Erry Ricardo Nurzal (Kepala Biro Perencanaan), Wisnu Sardjono Soenarso (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan), dan Putu Sunika (Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Ainun Na'im berbicara mengenai Renstra Kemristekdikti serta berpesan kepada para CPNS untuk memperhatikan arahan yang akan diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada acara Presidential Lecture.

Acara Presidential Lecture sendiri diadakan di Istora Senayan Jakarta pada 27 Maret 2018 mengusung tema “Bersatu Dalam Harmoni Menuju Birokrasi Berkelas Dunia Tahun 2024” yang diprakarsai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Lembaga Administrasi Negara yang dihadiri oleh 5.165 peserta yang terdiri dari CPNS yang berasal dari berbagai Kementerian/Lembaga. Dalam acara tersebut Kemristekdikti diberikan kesempatan untuk mengirimkan 150 orang CPNS untuk hadir sebagai perwakilan dari seluruh CPNS di lingkungan Kemristekdikti.

Menurut Presiden, Indonesia akan menjadi negara yang maju jika memiliki birokrat yang tangguh dan mau bekerja keras, berani berinovasi, mengedepankan kepentingan rakyat, bangsa dan negara diatas kepentingan yang lain. Para CPNS diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan dunia yang dinamis serta harus mampu mengembangkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Diakhir kuliah umumnya, Presiden berpesan agar para CPNS menjadi pemersatu bangsa, pembela pancasila yang aktif dengan mengamankan dan mengamalkannya serta menjadi birokrat yang memiliki integritas, bebas dari korupsi, melayani masyarakat dan membawa kemajuan bagi bangsa indonesia.

Setelah acara Presidential Lecture berakhir, dilanjutkan dengan materi pembekalan dari Ari Hendrarto Saleh selaku Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemristekdikti, beliau berbicara mengenai jenjang karier PNS dan jabatan fungsional dosen. Beliau berpesan kepada para peserta untuk menjadi SMART ASN yang memiliki integritas, mampu berinovasi, profesional, dan peduli.

Setelah itu dilanjutkan dengan paparan dari Wisnu Sardjono Soenarso, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemristekdikti yang berbicara mengenai peningkatan kompetensi ASN berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2014 melalui pendidikan dan pelatihan dimana tujuannya adalah meningkatkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja.

Erry Ricardo Nurzal selaku Kepala Biro Perencanaan juga berkesempatan memberikan paparannya kepada para CPNS, beliau menerangkan mengenai Ristekdikti dalam Era Revolusi Industri 4.0 dimana dosen harus mengikuti kompetensi inti yang sesuai dengan kebutuhan industri 4.0 yaitu kompetensi pendidikan, riset, komersialisasi hasil penelitian dan inovasi, kompetensi dalam era global, kompetensi dalam memprediksi strategi masa depan, dan kompetensi dalam entrepreneurship.

Acara ditutup dengan paparan dari Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan, Biro Sumber Daya Manusia, Putu Sunika. Beliau menjelaskan mengenai hak, kewajiban dan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan pemersatu bangsa.

Photos


Views: 787